Sabtu, 08 Mei 2010

Habis Terang Terbitlah Gelap

jamnya sudah menjadi dua
terangnya sudah habis sejak tadi di angka enam
harinya pun telah menjadi minggu
photoshopnya pun telah gagal diinstallkan

ini aku didepannya ada monitor
dia selalu menatapku dengan terangnya
bersetubuh dengan cpu dan tikus elektronik juga tuts tuts yang tak bernada
mau apa aku? tak usah tahu. mau apa kamu? terserah kamu

adalah daun teh yang telah menjadi air
dia dan gula bersama dalam gelas
menjadi hangat karena api yang tadi nyala
menjadi habis karena aku yang tadi haus

aku bertanya kepada gelas
siapakah yang melukismu dengan gambar vic chow?
pastilah kau bodoh jika mengira dia akan menjawab
dan akulah yang juga bodoh karena bertanya kepada gelas

entah kenapa aku mengantuk
namun tidur itu adalah takdir
takdir yang belum kunjung menghampiriku
yang kutunggu kedatangannya

pak komar yang manis menurut dirinya sendiri
dimanakah kau berada?
tiang listrik disudut jalan rindu padamu
tak ada lagi yang memukulnya ketika malam. apa maksudmu?

wahai ibu.. kau tertidur sejak tadi
kau menyuruhku jangan tidur malam sekali
tidak ibu, aku tak tidur malam, ini dini hari
jadi tak usahlah kau kutuk aku jadi batu seperti si malin

wahai adikku.. darimana kamu selarut ini?
janganlah suka keluyuran
karena kau ini wanita, sedangkan aku lelaki
jadi biarlah aku saja yang keluyuran

duhai nenek yang berambut putih
tunggulah aku pun akan berambut putih
namun masih lama
itu adalah ketika aku dipanggil kakek oleh cucuku

kenapa mataku?
tak ada apa2
hanya saja mulai berat
menanggung beban gelap

wahai terang dunia
masamu telah habis daritadi
sekarang adalah waktunya tidur
tidur menuju gelap
habis terang terbitlah gelap


9 Mei 2010

tidak tahu mau nulis apa
ini cuma asal saja
asal ngawur