Minggu, 03 Januari 2010

ROAD TO NEANGKEJO HARI JUMAT INI


Hari ini sama dengan hari jumat sebelumnya, iya sama karena harinya bernama jumat.. entah darimana nama itu berasal.. kenapa tak hari Jumlah, atau Jumsa, Atau Jackson. Tapi tak apa lah toh saya juga tak peduli. Ya hari jumat ini, 24 juli 2009 ini saya pergi pagi-pagi, karena kantor saya letaknya lumayan jauh menurut saya, walau mungkin kalau kata orang Gununghalu itu dekat. Tapi kan saya bukan orang Gununghalu, tidak gunung manapun.. saya orang Bandung, iya memang cowo bandung ganteng-ganteng seperti saya, tapi ada banyak juga yang kurang beruntung karena berwajah tidak rupawan tapi tak apalah tetap saja orang Bandung. Nah.. nah apa? Nah tadi pagi itu saya pergi ke kantor saya di Cimahi sehingga membuat Cimahi kedatangan orang ganteng tiap hari.

Pagi itu saya keluarkan itu motor yang saya beri nama Jetfire yang biar lawas tapi lunas.. saya keluarkan dia dari sarangnya, tapi dia tidak menolak atau mengeluh, dia mau-mau saja saya naiki seperti kuda.. kuda yang makannya bensin.. saya panaskan dulu itu si Jetfire, karena katanya memang harus seperti itu, harus dipanaskan dulu..sialnya si Jetfire bukan manusia, dia tidak mudah panas seperti manusia. Sehingga butuh waktu beberapa menit untuk membuat dia panas. Setelah dia panas baru saya naiki dia dengan pantat saya, pantat yang berumur 23 tahun sama seperti saya, berarti pantat ini sudah dewasa juga.. pantat yang mau mapan..

Dan saya pun melaju dengan si Jetfire dibawah saya, iya dia dibawah saya, kalau dia diatas saya, saya akan sampai cimahi minggu depan. Lalu saya melewati jalan seperti biasa orang Antapani kalau ingin ke Cimahi. Di jalan banyak sekali kendaraan, ada motor, ada mobil, ada angkot, ada pria, ada wanita, ada balita, ada manula, ada islam, ada Kristen, ada budha.. mungkin.. saya bilang mungkin karena saya tidak menanyakan satu-persatu agama mereka.. buat apa juga saya tanya, saya kan mau ngantor.. ahh para pengendara itu seperti sudah gila kalau pagi2 begitu.. semuanya seperti orang yang menahan buang air.. buru-buru semua.. pada mau kemana mereka ini.. saya juga mau kemana itu.. saya kan mau ke kantor.. mungkin orang2 itu juga mau ke kantor.. ya mungkin saja lah.. daripada tidak mungkin kan jadi terdengar pesimis.

Ketika saya sampai di jalan Jakarta, eh ada Polisi.. mau apa dia berdiri di tengah jalan situ.. dia pakai helm padahal dia tidak naik motor.. aneh.. harusnya saya tilang dia karena memakai helm tanpa mengendarai motor.. seperti halnya dia akan menilang saya jika saya naik motor tanpa memakai helm. Tapi itu tidak saya lakukan. Karena saya buru-buru mau ke kantor..dan buat apa juga saya tilang itu Polisi.. buang-buang waktu saja..

Lalu saya melewati jalan Suci yang tidak suci tentunya karena jalan itu kan kotor.. kamu tak mungkin sholat di tengah jalan kan.. kecuali kamu ingin syahid.. aduh kok ada polisi lagi. Kenapa mereka ada dimana-mana seperti siraru.. mereka meniup peluit seakan tak akan pernah berhenti, apa maksudnya ini, saya merasa seperti pemain bola dan polisi itu wasitnya.. dan di perempatan jalan pahlawan tiba2 macet parah sekali. Aduh ini saya bisa kesiangan ke kantor kalau begini.. saya menyuruh si Jetfire belok kanan saja ke arah tubagus ismail, dan si Jetfire itu mau-mau saja karena sebenarnya saya tidak menyuruhnya tapi memaksanya dengan memutarkan lehernya,, sadis kan saya?? Iya emang..


Jetfire saya pacu semakin kencang sampai simpang Dago, membuat si Jetfire semakin rakus melahap bensin.. aneh , dia makan dari perutnya sendiri.. mahluk apa kau ini.. di simpang dago saya bertemu para sopir angkot yang selalu goblog dan lampu stopan yang pas kebetulan merah sehingga saya harus berhenti, karena memang begitu aturannya, dan kalau lampunya hijau berarti boleh maju lagi.. kalau kuning itu hati-hati.. dan kalau biru itu persib bandung.. dan tentunya tak ada lampu stopan warna biru. Coba kamu cari dimana,, ga ada.. aneh-aneh saja


Saya belokkan Jetfire ke arah babakan Siliwangi membuat saya juga ikut berbelok. Kemudian ke arah cihampelas dan belok kanan ke cipaganti.. dan lalu ke jalan cemara.. ah saya teringat si jody karena memang rumahnya di jalan cemara,, saya teringat Marcut yang dulu mabuk besar di rumah Jody.. Marcut yang sekarang jadi guru penjas itu.. yang mabuk katuas itu.. ihh


Saya lewat sarijadi lalu ke gunungbatu melewati peristanaan setra duta, karena memang bukan perumahan, itu istana-istana. Rumah kok besar2 sekali seperti itu.. apakah kalau orang sudah menjadi kaya itu badannya akan menjadi sebesar raksasa?? Tapi tidak, badan mereka tetap begitu, lalu kenapa rumahnya kok gede-gede begitu.. yah biarlah saya tak mau membahasnya karena suatu hari saya akan menjadi orang kaya tapi tidak akan seperti itu, biar saya seperti Rasul saja..


Ahh akhirnya saya berhasil melewati perumahan jomplang sosial itu. Ahh gunungbatu..ahh sebentar lagi saya sampai kantor.. di jalan kecamatan saya kebut itu si Jetfire.. dan akhirnya saya sampai Cihanjuang.. office sweet office.. disana sudah berjejer para satpol PP yang menyuruh saya cepat karena apel akan segera dimulai.. padahal saya bukan pemimpin apel? Apa maksudnya mereka ini? Sedangkan mereka tak ikut apel.. kemudian saya parkirkan si jetfire bersama motor-motor pegawai lainnya sehingga membuat dia mungkin menjadi senang karena bertemu sesamanya.. sesama motor. Saya berlari menuju tempat absen seperti dikejar anjing, padahal memang tak ada anjing.. biar terdengar dramatis saja. Detik-detik yang menegangkan.. saya terus berlari ke lapangan untuk apel.. dan akhirnya saya sampai ke lapangan.. apa yang terjadi?? Tak terjadi apa-apa.. tak ada sorak sorai untuk saya, tak ada tepuk tangan..tak ada sambutan yang meriah untuk saya.. tak ada.. mereka tak tau apa perjuangan saya untuk sampai kesini. Tetapi Biarlah… biarlah Saya, Tuhan saya, dan si Jetfire saja yang tahu. Cukup.. saya neangkejo untuk saya sendiri, kejo kejo saya, bukan untuk pak Walikota, pak Wakil atau siapapun.. tapi Neangkejo untukku..


24 Juli 2009..
Hari jumat, jam 23.30
Di kamar
Bersama Sampoerna Menthol, Susu Telor dan The Police.
Belum tidur karena besok libur
Terserah saya
Bukan urusan kamu

Tidak ada komentar: